Waktu dzakiy umur 2-3 bulanan aku tanya ke bidan
langgananku (kebetulan mo imunisasi) , kapan dzakiy boleh dikasih makan? Sebenernya
aku udah baca2, kalo pemberian MPASI dimulai umur 6 bulan, tapi karena aa` agk
kurang jelas soal itu, makanya aku tanyakan ke bu bidan. Ya bu bidan bilangnya umur
6 bulan. Tapi kok jawabnya kurang panjang ha ha ha jadi kurang puas.
Lalu krn mumpung lg online, aku browsing2 n nemu
artikel dibawah ini. Untuk para ayah n bunda sekalian yang belum jelas, artikel
ini amat sangat membantu, plus bisa dibuat argue ke yang lain yang belum mengerti
pentingnya ASI buat si dedek.
*courtesy of Bubu Mia Ilmiawaty Saadah and friends
in HHBF
..........................................................................
"Kasian bayiku nangis terus, lapar, aku kasih makan aja biar gak
nangis"
"Ah jaman dulu juga 4 bulan"
"Kata DSA ku 4 bulan aja, ASI kan udah gak
mengenyangkan lagi"
"ah masa, di kampung aja bisa makan 2
bulan"
..........................................................................
Tulisan di bawah ini saya kutip langsung dari milis Lactalea Indonesia :
Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian Makanan
Pendamping ASI (MPASI) di usia kurang dari 6 bulan. Bahkan banyak dari kita yang
tidak pernah tahu mengapa WHO & IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI
eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan
pada 6 bulan pertama kehidupan seorang anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak
baru mulai mendapatkan MPASI berupa pure buah, bubur lembut, bubur saring, tim,
dsb.
Alasan Menunda Pemberian MPASI
Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak
sampai ia berumur 6 bulan ? Kalau jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI
eksklusif 6 bulan) umur 4 bulan aja udah dikasih makan bahkan ada yang umur 1
bulan. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dgn anaknya.
Satu hal yang perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga
dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah
berdasarkan riset-riset yang terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih
dari 5 tahun yang lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia
berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun-tahun terakhir
menghasilkan banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan setelah 6 bulan.
Mengapa umur 6 bulan adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?
1.
Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan ekstra
& besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6
bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu
gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan
higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa
bayi yang mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang
diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya
mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia
lainnya.
2. Saat
bayi berumur 6 bulan ke atas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan
siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin,
lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6
bulan.
3.
Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur < 6
bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan.
Sehingga makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
4.
Menunda pemberian MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di
kemudian hari. Proses pemecahan sarisari makanan yang belum sempurna. Pada
beberapa kasus yang ekstrem ada juga yang perlu tindakan bedah akibat pemberian
MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh
diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bulan.
Masih banyak yang mengenalkan MPASI < 6 bulan
Kalau begitu kenapa masih banyak orangtua yang
telah memberikan MPASI ke anaknya sebelum berumur 6 bulan? Banyak sekali alasan
kenapa ortu memberikan MPASI < 6 bulan. Umumnya banyak ibu yang beranggapan
kalau anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski tidak
ada relevansinya banyak yang beranggapan ini benar. Kenapa ? Karena belum
sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah &
memecah makanan. Kadang anak yang menangis terus dianggap sebagai anak gak
kenyang. Padahal menangis bukan semata-mata tanda ia lapar. Belum lagi masih
banyak anggapan di masyarakat kita seperti ortu terdahulu bahwa anak saya gak
papa tuh dikasih makan nasi diulek ama pisang pas umur 2 bl. Malah sekarang
jadi orang. Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak
ada dukungan spt alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi
yang belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bl.
Aturan MPASI setelah 6 bulan : Karena < 6 bulan
mengandung resiko
Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO &
IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa
jadi gak jadi masalah untuk kita tapi belum tentu untuk yang lain.
Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yang
dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain2 dengan
tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu atau di anak yang lain,
begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena
kotoran yang masuk ke makanan melalui tangannya. Demikian juga dengan pemberian
MPASI pada anak terlalu dini. Banyak yang merasa "anak saya gak masalah
tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan". Sehingga hal tsb menjadi
"excuse" atau alasan untuk tidak mengikuti aturan yang berlaku.
Padahal aturan tersebut dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan
tentang hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset
yang ada masih terbatas dan "kurang" bagi beberapa kalangan. Tapi di
kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang.
Dan satu hal yang penting. Aturan agar menunda
memberikan MPASi pada anak < 6 bulan bukan hanya berlaku untuk bayi yang
mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yang tidak mendapatkan ASI
(susu formula atau mixed). Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika
kita tahu ada resiko dibalik pemberian MPASI < 6 bulan, maka mengapa tidak
kita menundanya. Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung
hal tersebut. Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MPASi <
6 bulan ataupun > 6 bulan, alangkah baiknya dipertimbangkan dengan baik
untung ruginya bagi anak, bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yang
diambil adalah yang terbaik untuk sang anak."
Ada tambahannya juga : baca link ini yaa...
http://milissehat.web.id/?p=483